Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
img

Malaysia dan Indonesia Dapat Drone ScanEagle dari AS

/
/

Malaysia dan Indonesia Dapat Drone ScanEagle dari AS. Indonesia mendapatkan hibah 8 pesawat nirawak atau drone ScanEagle dari Amerika Serikat, sedangkan Malaysia menerima 12 pesawat dan Vienam 6 pesawat

News, Jakarta – Kementerian Pertahanan Malaysia dan Indonesia  mendapatkan pesawat nirawak atau drone ScanEagle dari Amerika Serikat. Malaysia mendapatkan 12 unit drone ScanEagle senilai 80 juta Ringgit Malaysia (setara Rp 269 miliar).

Dikutip laman Malaysiakini, beberapa waktu lalu, Pemerintah Malaysia tidak mengeluarkan biaya untuk mendapatkan drone itu. Kabarnya program itu sepenuhnya didanai oleh AS.

“AS melalui program Maritime Security Initiative (MSI) telah memberikan bantuan dalam bentuk aset dan pelatihan kepada negara-negara mitra termasuk Malaysia untuk membantu meningkatkan Maritime Domain Awareness (MDA) di kawasan Asia Tenggara,” ujar Kementerian Pertahanan Malaysia, dalam keterangan tertulis.

Selain Malaysia, negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara juga terlibat dalam program tersebut. Indonesia dan Filipana masing-masing memperoleh delapan unit, sementara Vietnam enam unit.

Pernyataan tersebut mengacu pada laporan tentang akuisisi 12 ScanEagle Unmanned Aircraft (UAV) yang diproduksi oleh anak perusahaan Boeing, Insitu Inc. Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) akan menerima aset secara bertahap dari 2019 hingga 2022, pertama adalah enam drone ScanEagle yang diharapkan tiba pada pertengahan November.

“Selain Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM), lembaga penegakan hukum lainnya juga mendapat manfaat dari program MSI untuk meningkatkan kemampuan pengawasan maritim dan berbagi informasi antara lembaga penegak hukum dan ATM,” tertulis dalam keterangan tersebut.

ScanEagle UAV AS akan membantu Malaysia dalam pengawasan maritim. Kementerian Pertahanan Malaysia akan membeli dua Pesawat Patroli Maritim (MPA) dan tiga Medium Altitude Long Endurance Sistem Airborne Nirawak (MALE UAS).

Malaysia sebagai negara maritim sangat membutuhkan kemampuan intelijen, surveillance dan pengintaian (ISR) untuk memantau Selat Malaka, Laut Cina Selatan dan Laut Sulu. Menurut laman The Defense Post, drone ScanEagle  itu memiliki kemampuan terbang selama 20 jam dan dapat digunakan untuk misi intelijen, pengawasan dan pemantauan.

MALAYSIAKINI | THE DEFENSE POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar