Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
img

5 Aplikasi Ini Pernah Down Secara Global: WhatsApp Sampai Google

/
/

5 Aplikasi Ini Pernah Down Secara Global: WhatsApp Sampai Google. Gangguan aplikasi tidak hanya membuat terputusnya komunikasi, tapi juga bisa berdampak merugikan bagi pebisnis online.

News, Jakarta – Beberapa aplikasi besutan Facebook seperti WhatsApp dan Instagram telah mengalami gangguan baru-baru ini. Gangguan tersebut membuat pengguna aplikasi tidak bisa berbagi pesan gambar dan tidak bisa melihat halaman feed Instagram.

Aplikasi Karya Dosen ITB Bantu Petani Memprediksi Musim

Hal itu tidak hanya membuat terputusnya komunikasi tapi juga bisa berdampak merugikan bagi pebisnis online. Tempo berusaha merangkum beberapa aplikasi selain Facebook yang pernah mengalami gangguan atau error, berikut aplikasi tersebut:

1. WhatsApp

Aplikasi WhatsApp sudah tiga kali mengalami down tahun ini. Pertama adalah pada Januari. WhatsApp sempat mengalami error atau down di beberapa kota di Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Brasil, Jerman, dan Italia pada saat itu.

Dilansir laman Daily Star, Rabu, 23 Januari 2019, juga terjadi di beberapa kota di Inggris, seperti London dan Manchester. Imbasnya ialah pengguna tidak bisa mengirim atau menerima pesan. Masalah tersebut diakibatkan server down yang cepat diselesaikan oleh tim WhatsApp.

Kemudian aplikasi juga down pada April dan baru-baru ini. Pada April lalu, pengguna WhatsApp melaporkan tidak bisa mengirim atau menerima pesan. Dan pagi ini, WhatsApp tidak dapat mengirim foto, video, dan pesan suara, meskipun teks masih berjalan.

2. Instagram

Media sosial berbasis gambar Instagram, juga pernah mengalami error, bersamaan dengan WhatsApp dan induk perusahaannya Facebook pada Januari dan April lalu. Instagram mengalami gangguan di beberapa negara.

“Mohon maaf, sedang ada pemeliharaan server,” tulis Instagram yang diunggah di Twitter, seperti dikutip laman express, 29 Januari 2019.

Pengguna yang terkena dampak dari gangguan tersebut, membuat tidak dapat menyegarkan laman feed Instagram, dengan kekhawatiran bahwa akun telah dihapus. Bagi banyak pengguna, mereka mengaku menerima pesan yang mengatakan “5xx Server Error”.

Laporan tersebut juga ramai diperbincangkan dalam media sosial Twitter. Pengguna tidak dapat mengirim pesan atau memperbarui cerita mereka, tapi dapat melihat cerita orang lain yang telah diunggah. Media sosial besutan Facebook itu pertama kali melaporkan masalah pada 12:20 GMT pagi waktu setempat.

3. Facebook

3. Facebook

Facebook merupakan induk beberapa aplikasi, seperti Instagram, WhatsApp dan Facebook Messenger. Facebook mengalami gangguan paling parah dalam sejarahnya, ketika empat layanan utamanya tidak dapat diakses oleh penggunanya di seluruh dunia.

Terakhir kali Facebook mengalami gangguan parah adalah pada 2008, ketika platform media sosial itu baru memiliki 150 juta pengguna, jauh lebih sedikit dibanding penggunanya saat ini yang mencapai 2,3 miliar. Keempat aplikasi utama Facebook juga mengalami masalah.

Kendati begitu, hingga kini penyebab gangguan belum diketahui. “Kami menyadari bahwa beberapa orang saat ini mengalami kesulitan mengakses keluarga aplikasi Facebook,” tulis Facebook dalam sebuah pernyataan, April lalu. “Kami sedang berupaya menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.”

Menanggapi rumor yang diunggah di jejaring sosial lain, perusahaan mengatakan gangguan itu bukan akibat dari serangan Distributed Denial of Service, yang dikenal sebagai DDoS – sejenis serangan siber yang membanjiri layanan target dengan volume lalu lintas yang sangat tinggi.

4. YouTube

Layanan berbagi video YouTube pernah mengalami gangguan atau error pada 17 Oktober 2018. Pada saat Tempo mencoba mengakses YouTube sekitar pukul 08.59 via mobile, layanan tersebut masih tidak bisa diakses. Di situ tertera pernyataan “There was a problem with the network (503)’.

Kemudian pada pukul 09.00 via perangkat komputer dan tertulis “An error occurred. Please try again later.” Sebelumnya, tagar YouTubeDOWN sempat masuk dalam trending topic di Twitter. Warganet dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Australia, Inggris, dan AS, menyampaikan keluhan setidaknya sejak dini hari tadi.

Setelah adanya keluhan dari warganet, YouTube langsung menanggapinya dengan mengeluarkan pernyataan resmi. YouTube mengaku sedang mencari tahu sumber masalah di layanannya setelah banyak laporan masuk bahwa platform layanan streaming itu tidak bisa diakses.

“Terima kasih atas laporan mengenai masalah dalam mengakses YouTube, YouTube TV, dan YouTube Music. Kami sedang bekerja menyelesaikannya dan akan mengabari Anda jika masalah ini sudah bisa diselesaikan,” demikian disampaikan YouTube seperti dilansir Reuters, saat itu.

Akhirnya YouTube bisa diakses kembali, setelah sebelumnya mengalami gangguan. Saat Tempo mencoba layanan itu sekitar pukul 10.30 WIB, situs youtube.com sudah berjalan seperti sediakala. Layanan pemutar video dan musik juga sudah normal kembali.

YouTube minta maaf kepada para penggunanya karena masalah ini. Layanan video itu adalah salah satu anak usaha Google. Jumlah penggunanya mencapai 1,8 miliar per bulan dari seluruh dunia.

5. Layanan Google

Layanan Google sempat mengalami gangguan untuk Gmail, Drive, Hangouts dan Google Maps. Keluhan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat serta sejumlah negara di Asia maupun Eropa, seperti diberitakan Antara, 13 Maret 2019.

PPpengguna Gmail mengeluhkan tidak bisa mengirim surat meski pun sudah tersambung ke internet. Pengguna juga tidak bisa mengunggah berkas ke Google Drive. Sementara pengguna Google Maps mengaku tidak bisa menggunakan Street View karena hanya menampilkan layar hitam kosong.

Google dalam laman resminya, beberapa jam setelah mendapatkan laporan gangguan, menyatakan mereka segera menginvestigasi masalah untuk layanan Gmail. Menurut Google masalah sudah diatasi, tapi tidak menjelaskan sumber kerusakan yang menyebabkan gangguan layanan beberapa jam sebelumnya.

“Keandalan sistem menjadi prioritas utama di Google, kami terus melakukan perbaikan agar sistem kami menjadi lebih baik,” kata Google.

Simak artikel lainnya terkait berbagai informasi aplikasi di kanal Tekno News.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar